Barang Mau Dikirim Banyak? Jangan Langsung Berangkat Sebelum Cek Ini
Barang sudah numpuk, packing sudah mulai dilakukan, bahkan kendaraan pengiriman juga sudah direncanakan. Rasanya tinggal berangkat saja, kan?
Eits, tunggu dulu. 😄
Kalau barang yang mau dikirim jumlahnya sedikit, mungkin beberapa hal bisa dilakukan dengan cepat. Tapi kalau barangnya sudah banyak, beda ceritanya. Ada lebih banyak hal yang perlu dicek supaya prosesnya tidak malah bikin repot setelah barang berangkat.
Daripada baru sadar ada yang kurang ketika barang sudah dikirim, lebih baik luangkan waktu sebentar untuk mengeceknya.
Hitung dulu jumlah barangnya
Sebelum menentukan pengiriman, coba hitung kembali berapa banyak barang yang akan dibawa.
Jangan hanya mengira-ngira dengan kalimat seperti “kayaknya sekitar beberapa dus”.
Lebih baik buat daftar sederhana. Misalnya ada 10 kardus, 5 karung, 3 barang berukuran besar, dan beberapa barang lainnya.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui gambaran jumlah barang yang sebenarnya dan lebih mudah menentukan kebutuhan pengirimannya.
Ukuran barang juga jangan dilupakan
Jumlah barang saja belum tentu cukup.
Dua puluh kardus kecil tentu membutuhkan ruang yang berbeda dengan dua puluh barang yang ukurannya besar.
Karena itu, kalau barang memiliki ukuran yang cukup besar atau bentuknya tidak beraturan, sebaiknya ukur terlebih dahulu.
Informasi mengenai berat dan ukuran juga akan lebih membantu ketika kamu sedang mencari layanan cargo untuk barang berukuran besar.
Jadi bukan cuma bertanya, “Bisa dikirim nggak?”, tetapi juga bisa menjelaskan kondisi barang dengan lebih jelas.
Pisahkan barang berdasarkan jenisnya
Kalau barang yang dikirim cukup banyak dan isinya bermacam-macam, jangan semuanya langsung dicampur.
Coba kelompokkan berdasarkan jenis barang.
Misalnya barang toko dipisahkan dari peralatan, dokumen dipisahkan dari barang lainnya, atau barang yang mudah rusak diberi perhatian khusus.
Cara sederhana seperti ini bisa membuat proses pengecekan sebelum barang berangkat menjadi lebih mudah.
Selain itu, ketika barang sudah sampai, penerima juga tidak perlu membongkar semuanya hanya untuk mencari satu jenis barang.
Pastikan packing-nya sesuai
Packing bukan cuma soal membuat barang terlihat rapi.
Jenis barang yang dikirim juga perlu diperhatikan.
Barang yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk tentu berbeda kebutuhannya dengan barang yang memiliki bagian mudah rusak atau permukaan yang mudah tergores.
Kalau barang akan menempuh perjalanan cukup jauh, kondisi packing sebaiknya sudah dipikirkan sejak awal.
Untuk pengiriman melalui jalur laut, misalnya, barang bisa melewati beberapa tahapan sebelum sampai ke penerima. Karena itu, persiapan barang sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan.
Tentukan tujuan sebelum barang berangkat
Ini bagian yang sering dianggap gampang, padahal cukup penting.
Pastikan semua barang memang akan dikirim ke tujuan yang sama.
Kalau ada barang yang menuju toko, gudang, kantor, atau lokasi berbeda, pisahkan sejak awal dan beri tanda yang jelas.
Jangan sampai setelah barang siap diberangkatkan baru ketahuan bahwa sebagian barang ternyata harus menuju lokasi lain.
Kalau kamu sedang mengatur pengiriman ke beberapa wilayah, informasi mengenai tujuan pengiriman dan jadwal keberangkatan juga bisa dicek lebih awal agar rencana pengiriman tidak dibuat mendadak.
Siapa yang akan menerima barang?
Barang sudah sampai tujuan, lalu siapa yang menerima?
Nah, ini juga sebaiknya sudah ditentukan.
Catat nama penerima dan nomor yang bisa dihubungi. Kalau barang dikirim ke toko atau gudang, pastikan ada orang di lokasi yang memang mengetahui bahwa kiriman akan datang.
Terutama kalau barangnya banyak.
Penerima perlu tahu bahwa barang yang datang bukan hanya satu atau dua paket, tetapi bisa berupa beberapa koli sekaligus.
Jangan menunggu sampai hari terakhir
Kalau barang akan digunakan untuk kebutuhan tertentu, jangan baru mengatur pengiriman ketika barang harus sudah tiba.
Beri waktu untuk mempersiapkan semuanya.
Mulai dari mengecek jumlah barang, packing, alamat, penerima, sampai menentukan pengiriman yang sesuai.
Semakin banyak barang yang akan dikirim, biasanya semakin banyak juga hal kecil yang perlu diperhatikan.
Buat checklist sederhana
Kalau sering mengirim barang dalam jumlah banyak, kamu bisa membuat checklist sendiri.
Contohnya:
- Jumlah barang sudah dihitung
- Berat dan ukuran sudah dicatat
- Packing sudah diperiksa
- Alamat tujuan sudah benar
- Nomor penerima aktif
- Tujuan setiap barang sudah jelas
- Waktu pengiriman sudah dipertimbangkan
Kelihatannya sederhana, tapi checklist seperti ini bisa membantu supaya tidak ada hal penting yang terlewat.
Barang banyak bukan berarti harus bikin pusing
Mengirim barang dalam jumlah banyak memang membutuhkan persiapan lebih dibandingkan mengirim satu atau dua barang.
Tapi bukan berarti semuanya harus dilakukan sekaligus.
Kerjakan satu per satu mulai dari jumlah barang, ukuran, packing, tujuan, sampai penerima. Setelah semuanya jelas, barulah pengiriman bisa diatur dengan lebih tenang.
Jadi sebelum barang benar-benar berangkat, jangan cuma tanya, “Sudah siap dikirim belum?”
Coba tanya juga, “Sudah siap sampai tujuan belum?” 📦
