Site icon bjalogistic-jasapengirimanpapua

Mau Kirim Barang ke Cabang? Jangan Lupa Cek Ruang Penyimpanannya

Cabang baru sudah siap, barang juga sudah mulai dikumpulkan. Tinggal kirim, kan?

Eits, tunggu dulu.

Sebelum barang diberangkatkan, coba cek dulu kondisi tempat yang akan menerima barang. Apalagi kalau yang dikirim bukan cuma beberapa kardus, tetapi stok, perlengkapan toko, atau barang berukuran besar.

Jangan sampai barang sudah tiba, tapi ternyata tempatnya belum siap menampung semuanya.

Hitung dulu barang yang akan datang

Sebelum pengiriman dilakukan, buat daftar barang yang akan dikirim ke cabang.

Catat jumlah kardus atau koli, jenis barang, dan barang yang ukurannya cukup besar.

Dengan catatan ini, kamu bisa memperkirakan seberapa banyak ruang yang nantinya dibutuhkan.

Kalau barangnya cukup banyak, data seperti jumlah, berat, dan ukuran juga sebaiknya sudah disiapkan saat mempertimbangkan pengiriman cargo untuk kebutuhan cabang.

Ukur ruang yang tersedia

Jangan hanya melihat ruangan dari jauh lalu merasa masih cukup.

Kalau barang yang dikirim berukuran besar, ukur area penyimpanannya.

Perhatikan panjang, lebar, dan tinggi ruang yang tersedia.

Cek juga apakah ada rak, meja, atau barang lain yang sudah berada di sana.

Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan apakah barang yang akan datang benar-benar bisa ditempatkan dengan baik.

Perhatikan akses menuju ruangan

Ini sering baru kepikiran ketika barang sudah sampai.

Padahal ruang penyimpanannya mungkin cukup besar, tetapi akses menuju ruangan ternyata sempit.

Coba perhatikan pintu masuk, lorong, tangga, atau jalur lain yang akan dilewati barang.

Barang berukuran besar tentu membutuhkan akses yang cukup agar proses pemindahannya tidak menyulitkan.

Jangan campur stok dengan perlengkapan

Kalau barang yang dikirim terdiri dari stok dan perlengkapan toko, sebaiknya pisahkan sejak awal.

Stok bisa ditempatkan di area penyimpanan, sedangkan perlengkapan toko bisa langsung diarahkan ke tempat penggunaannya.

Cara ini akan membuat proses bongkar barang lebih teratur.

Beri tanda pada setiap kelompok barang

Kalau jumlah barang banyak, label sederhana akan sangat membantu.

Misalnya:

STOK TOKO — KOLI 1

PERLENGKAPAN — KOLI 2

BARANG BESAR — KOLI 3

Dengan begitu, pihak penerima tidak harus membuka semua kemasan untuk mengetahui isinya.

Pastikan ada orang yang menerima

Cabang yang akan menerima barang sebaiknya sudah mengetahui jadwal kedatangan.

Pastikan ada orang yang memang bertugas menerima dan mengecek barang.

Kalau barangnya cukup banyak, sebaiknya ada lebih dari satu orang yang membantu proses penerimaan dan pemindahan.

Hal ini akan membuat proses bongkar barang lebih cepat dan teratur.

Sesuaikan waktu pengiriman

Kalau cabang belum siap menerima barang, jangan memaksakan semuanya datang terlalu cepat.

Tentukan kapan ruang penyimpanan sudah siap dan kapan barang benar-benar dibutuhkan.

Setelah itu, sesuaikan dengan jadwal pengiriman.

Kamu juga bisa mengecek informasi jadwal pengiriman lebih awal supaya persiapan cabang dan waktu keberangkatan barang bisa disesuaikan.

Setelah barang tiba, langsung kelompokkan

Begitu barang sampai, jangan biarkan semuanya menumpuk di satu tempat.

Pisahkan berdasarkan jenis dan kegunaannya.

Stok masuk ke area stok, perlengkapan ditempatkan sesuai kebutuhan, dan barang berukuran besar diarahkan ke lokasi yang sudah disiapkan.

Dengan begitu, cabang tidak akan dipenuhi tumpukan barang yang sulit dicari.

Pengiriman bukan cuma soal barang berangkat

Kadang perhatian kita terlalu fokus pada bagaimana barang bisa dikirim.

Padahal, tempat tujuan juga perlu dipersiapkan.

Mulai dari ruang penyimpanan, akses masuk, orang yang menerima, sampai cara menata barang setelah tiba.

Kalau semuanya sudah dipikirkan dari awal, proses pengiriman ke cabang akan terasa jauh lebih rapi.

Jadi sebelum barang diberangkatkan, coba cek sekali lagi:

Tempatnya sudah siap, orangnya sudah siap, dan barangnya sudah tahu akan diletakkan di mana? 📦

Exit mobile version