Memindahkan barang dari satu gudang ke gudang lain kelihatannya sederhana. Tinggal keluarkan barang, angkut, lalu masukkan lagi ke gudang tujuan.
Tapi kalau jumlah barangnya sudah banyak, ceritanya bisa berbeda.
Ada barang yang tertukar, jumlah yang tidak sesuai, atau bahkan barang yang ternyata masih tertinggal di gudang lama. Supaya hal seperti ini tidak terjadi, pengecekan sebaiknya dilakukan sebelum barang mulai dipindahkan.
Buat daftar barang yang akan dipindahkan
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat daftar.
Tulis barang apa saja yang akan keluar dari gudang, berapa jumlahnya, dan kalau perlu tambahkan ukuran atau beratnya.
Tidak harus menggunakan format yang rumit. Yang penting daftar tersebut bisa digunakan untuk mencocokkan barang sebelum dan sesudah dipindahkan.
Kalau barangnya berjumlah banyak, pembagian berdasarkan jenis akan membuat proses pengecekan lebih mudah.
Pisahkan barang yang akan tetap di gudang
Jangan menganggap semua barang yang ada di gudang harus ikut dipindahkan.
Ada barang yang mungkin masih dibutuhkan di lokasi lama.
Karena itu, pisahkan dengan jelas barang yang akan berangkat dan barang yang tetap disimpan.
Berikan tanda pada masing-masing kelompok agar tidak tertukar saat proses pemindahan berlangsung.
Perhatikan barang berukuran besar
Barang seperti mesin, rak, meja, atau perlengkapan usaha membutuhkan perhatian lebih karena ukurannya.
Sebelum dipindahkan, ukur terlebih dahulu jika memang diperlukan.
Perhatikan juga jalur keluar dari gudang lama dan akses masuk ke gudang baru.
Kalau kebutuhan barangnya cukup besar, informasi mengenai ukuran, berat, dan jumlah juga bisa disiapkan saat mempertimbangkan pengiriman cargo untuk kebutuhan antar gudang.
Pastikan kemasan masih aman
Kalau barang sudah lama berada di gudang, jangan langsung menganggap kemasannya masih dalam kondisi baik.
Periksa kardus, karung, plastik, atau kemasan lainnya.
Kalau ada yang sudah rusak atau kurang kuat, sebaiknya diperbaiki atau diganti sebelum barang dipindahkan.
Hal sederhana ini bisa membuat proses pemindahan menjadi lebih aman dan rapi.
Beri label pada setiap kelompok
Label akan sangat membantu kalau jumlah barang yang dipindahkan cukup banyak.
Kamu bisa menuliskan nama barang, jumlah koli, atau lokasi tujuan.
Misalnya:
Gudang B — Stok Produk — Koli 1/8
Gudang B — Peralatan — Koli 2/3
Dengan begitu, barang lebih mudah dikenali ketika sudah tiba di lokasi baru.
Pastikan gudang tujuan sudah siap
Sebelum barang berangkat, jangan lupa mengecek kondisi gudang tujuan.
Apakah ruang penyimpanannya cukup?
Apakah rak atau area penyimpanan sudah tersedia?
Apakah ada orang yang akan menerima barang?
Kalau gudang belum siap, barang yang sudah tiba justru bisa menumpuk dan membuat proses penataan menjadi lebih sulit.
Tentukan jadwal pemindahan
Kalau barang harus dipindahkan dalam jumlah banyak, buat jadwal yang jelas.
Tentukan kapan barang mulai keluar dari gudang lama dan kapan gudang baru harus sudah siap menerima.
Kalau menggunakan pengiriman untuk membantu proses pemindahan, kamu juga bisa mengecek jadwal pengiriman yang tersedia sejak awal.
Dengan begitu, proses pemindahan tidak dilakukan secara mendadak.
Cocokkan jumlah setelah barang tiba
Ini bagian yang jangan dilewatkan.
Setelah barang sampai di gudang baru, keluarkan kembali daftar yang sudah dibuat.
Cek jumlah koli dan jenis barang satu per satu.
Kalau sebelumnya tercatat 20 koli, pastikan yang diterima memang 20 koli.
Setelah semuanya cocok, barulah barang bisa ditata di tempat penyimpanan yang sudah disiapkan.
Jangan sampai pindah gudang malah bikin stok berantakan
Memindahkan barang antar gudang memang membutuhkan persiapan.
Tapi sebenarnya bisa dibuat lebih sederhana kalau data barang sudah rapi sejak awal.
Mulai dari membuat daftar, memisahkan barang, mengecek kondisi kemasan, memberi label, sampai memastikan gudang tujuan sudah siap.
Dengan begitu, setelah semua barang berpindah, kamu tetap tahu apa saja yang sudah dikirim dan apa yang sudah diterima.
Bukan cuma barangnya yang perlu dipindahkan, datanya juga harus ikut tertata. 📦
