Kalau barang yang mau dikirim cuma satu atau dua, mungkin kita masih bisa mengandalkan ingatan.
Tapi kalau sudah ada puluhan kardus, beberapa perlengkapan, atau barang dengan ukuran berbeda-beda, mengingat semuanya sendiri bisa bikin pusing.
Daripada nanti sibuk mencari barang yang kurang, lebih baik mulai dari satu hal sederhana: bikin daftar.
Tulis semua barang yang akan dikirim
Nggak perlu membuat daftar yang terlalu rumit.
Cukup tuliskan nama barang dan jumlahnya terlebih dahulu.
Misalnya:
- Kardus stok produk: 10 koli
- Perlengkapan toko: 4 koli
- Peralatan kerja: 2 koli
- Barang berukuran besar: 1 unit
Dari daftar sederhana tersebut, kamu sudah punya gambaran mengenai isi pengiriman.
Pisahkan barang berdasarkan jenis
Setelah semua tercatat, kelompokkan barang yang sejenis.
Barang untuk stok bisa ditempatkan bersama. Perlengkapan toko juga bisa dibuat kelompok sendiri.
Cara ini membuat proses packing lebih mudah karena kamu tidak perlu bolak-balik mencari barang yang masih tercecer.
Kalau jumlah barangnya cukup besar, data seperti jumlah, ukuran, dan berat juga bisa disiapkan saat mempertimbangkan pengiriman cargo.
Tentukan mana yang paling penting
Tidak semua barang memiliki tingkat kebutuhan yang sama.
Ada barang yang harus segera digunakan, tetapi ada juga yang masih bisa menunggu.
Coba beri tanda pada barang yang paling penting atau paling dibutuhkan di lokasi tujuan.
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah menentukan prioritas saat mempersiapkan pengiriman.
Perhatikan barang yang ukurannya berbeda
Jangan sampai semua barang dianggap sama.
Kardus kecil, perlengkapan panjang, dan barang berukuran besar tentu membutuhkan cara penataan yang berbeda.
Untuk barang yang memiliki ukuran cukup besar, sebaiknya catat dimensinya agar kamu memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan ruang.
Cek kondisi sebelum packing
Sebelum barang masuk ke kemasan, lihat kondisinya.
Pastikan barang masih lengkap dan tidak ada bagian yang rusak.
Kalau ada barang yang sudah memiliki kemasan lama, cek apakah kemasan tersebut masih cukup kuat.
Kalau ternyata sudah kurang layak, lebih baik disiapkan ulang sebelum barang berangkat.
Beri tanda pada setiap koli
Kalau barang sudah mulai dikemas, jangan lupa memberi tanda.
Kamu bisa menuliskan nama barang, nomor koli, atau tujuan.
Contohnya:
Koli 1/10 — Stok Produk
Koli 2/10 — Stok Produk
Koli 1/4 — Perlengkapan Toko
Label seperti ini akan sangat membantu ketika jumlah barang mulai banyak.
Pastikan alamat tujuan sudah sesuai
Setelah barang siap, jangan langsung memberangkatkannya.
Cek kembali alamat tujuan.
Pastikan nama penerima, nomor telepon, kota, dan alamat lengkap sudah benar.
Kalau ada beberapa lokasi tujuan, pisahkan daftar masing-masing supaya tidak tertukar.
Cek jadwal sebelum menentukan waktu
Barang yang sudah selesai dipacking belum tentu harus langsung berangkat.
Lihat kapan barang dibutuhkan di lokasi tujuan, kemudian sesuaikan dengan jadwal pengiriman.
Kamu bisa mengecek informasi jadwal dan tujuan pengiriman lebih awal agar waktu persiapan barang bisa disesuaikan.
Dengan begitu, kamu tidak perlu mengatur semuanya secara mendadak.
Jangan lupa buat daftar untuk penerima
Daftar barang bukan hanya berguna bagi pengirim.
Penerima juga bisa menggunakan daftar tersebut saat barang tiba.
Jumlah koli bisa dicocokkan satu per satu sehingga proses penerimaan menjadi lebih mudah.
Kalau ada barang yang belum diterima, kamu juga bisa langsung mengetahui bagian mana yang perlu dicek.
Daftar kecil bisa mengurangi banyak kebingungan
Mengirim barang dalam jumlah banyak memang membutuhkan persiapan lebih.
Tapi kamu tidak harus membuat prosesnya rumit.
Mulai saja dari daftar sederhana, kemudian kelompokkan barang, beri tanda pada kemasan, cek alamat, dan sesuaikan jadwal pengiriman.
Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan mencatat seperti ini bisa sangat membantu ketika barang yang dikirim sudah semakin banyak.
Karena semakin banyak barang yang dikirim, semakin penting juga untuk nggak cuma mengandalkan ingatan. 📦
