Barang sudah masuk kardus, lakban sudah ditempel, bahkan semuanya sudah disusun rapi.
Kelihatannya tinggal berangkat, ya?
Eits, jangan buru-buru. Justru sebelum barang meninggalkan tempat asal, ada baiknya lakukan satu pengecekan terakhir. Kadang hal kecil seperti jumlah barang yang kurang, alamat yang salah, atau kemasan yang belum cukup kuat baru ketahuan setelah semuanya selesai dipacking.
Cocokkan isi dengan daftar
Kalau sebelumnya sudah membuat daftar barang, keluarkan lagi dan cocokkan satu per satu.
Pastikan barang yang seharusnya ikut memang sudah masuk ke dalam kemasan.
Kalau jumlahnya banyak, jangan hanya menghitung berdasarkan perkiraan.
Misalnya ada 15 koli, pastikan benar-benar ada 15 koli yang siap dikirim.
Cek kembali kondisi kemasan
Kardus yang terlihat rapi belum tentu semuanya aman.
Perhatikan bagian bawah, sisi kardus, dan bagian yang direkatkan.
Kalau ada kemasan yang sudah penyok, terbuka, atau kurang kuat, lebih baik diperbaiki sebelum barang diberangkatkan.
Apalagi kalau barang akan menempuh perjalanan cukup jauh.
Beri tanda pada setiap koli
Kalau jumlah barang cukup banyak, jangan biarkan semua kemasan terlihat sama.
Berikan label sederhana seperti nama barang, nomor koli, atau tujuan.
Contohnya:
Koli 1/10 — Perlengkapan
Koli 2/10 — Perlengkapan
Dengan begitu, proses pengecekan saat barang tiba akan lebih mudah.
Pastikan alamat tidak salah
Ini terdengar sederhana, tetapi jangan sampai dilewatkan.
Cek kembali nama penerima, nomor telepon, kota, dan alamat lengkap.
Kalau barang dikirim ke toko, gudang, kantor, atau lokasi usaha, pastikan alamat yang digunakan memang lokasi penerima barang.
Kalau ada petunjuk tambahan mengenai lokasi, tuliskan juga.
Perhatikan barang yang ukurannya berbeda
Kalau satu pengiriman berisi barang kecil dan besar, jangan menyamakan semuanya.
Catat barang yang memiliki ukuran atau berat berbeda.
Informasi tersebut bisa membantu ketika kamu sedang mempersiapkan pengiriman cargo sesuai kebutuhan barang.
Jadi, bukan cuma jumlahnya yang diketahui, tetapi kondisi barangnya juga sudah jelas.
Pastikan penerima sudah tahu
Sebelum barang berangkat, beri kabar kepada penerima.
Sampaikan bahwa barang akan dikirim dan pastikan nomor yang bisa dihubungi masih aktif.
Kalau barangnya banyak, penerima juga bisa menyiapkan tempat dan orang untuk membantu proses penerimaan.
Sesuaikan dengan jadwal
Barang sudah siap bukan berarti harus langsung diberangkatkan tanpa melihat waktu.
Kalau barang dibutuhkan pada tanggal tertentu, sesuaikan persiapannya dengan jadwal yang tersedia.
Kamu bisa mengecek informasi jadwal dan tujuan pengiriman lebih awal supaya waktu keberangkatan tidak terlalu mepet dengan kebutuhan di lokasi tujuan.
Foto sebelum barang berangkat
Satu hal sederhana yang juga bisa dilakukan adalah mengambil foto barang sebelum diberangkatkan.
Foto kondisi kemasan dan barang dari beberapa sisi.
Kalau jumlahnya banyak, foto tersebut juga bisa membantu sebagai dokumentasi agar kamu punya gambaran kondisi barang sebelum perjalanan.
Lakukan pengecekan terakhir
Sebelum barang benar-benar dibawa, luangkan beberapa menit untuk mengecek semuanya lagi.
Barang sudah lengkap?
Jumlah koli sudah sesuai?
Alamat sudah benar?
Penerima sudah tahu?
Kemasan masih aman?
Kalau semua jawabannya iya, barulah barang benar-benar siap berangkat.
Jangan anggap packing sebagai tahap terakhir
Packing memang salah satu bagian penting dalam pengiriman.
Tapi setelah barang selesai dikemas, masih ada satu tahap kecil yang tidak kalah penting: pengecekan terakhir.
Daripada baru menemukan kesalahan setelah barang berangkat, lebih baik meluangkan beberapa menit untuk memeriksa semuanya dari awal.
Karena terkadang, masalah dalam pengiriman bukan berasal dari hal besar.
Bisa saja cuma karena satu kardus tertinggal. 📦
