Halo, kamu yang lagi sibuk mindahin stok ke cabang baru! 👋 Kelihatannya tinggal kirim saja, ya? Barang sudah dikumpulkan, tinggal berangkat. Tapi kalau jumlahnya cukup banyak, biasanya justru ada beberapa hal kecil yang baru terasa penting setelah barang mulai dipindahkan.
Apalagi kalau barang tersebut akan dipakai untuk membuka atau mengisi cabang baru. Ada barang untuk display, stok jualan, perlengkapan toko, sampai kebutuhan operasional. Kalau semuanya langsung dikirim tanpa dicatat dengan rapi, nanti bisa bikin bingung saat barang sudah tiba.
Pisahkan Barang Berdasarkan Kebutuhannya
Tidak semua barang yang dikirim ke cabang baru punya fungsi yang sama.
Ada yang memang untuk dijual, ada yang digunakan untuk operasional, dan ada juga perlengkapan yang hanya dibutuhkan saat toko mulai berjalan. Daripada semuanya tercampur, lebih enak kalau barang dikelompokkan berdasarkan kegunaannya.
Dengan begitu, saat sampai di cabang baru, kamu nggak perlu membuka satu per satu barang hanya untuk mencari mana yang harus dikeluarkan lebih dulu.
Buat Catatan yang Sederhana Saja
Nggak perlu membuat daftar yang ribet.
Cukup catat barang apa saja yang dikirim dan berapa jumlahnya. Kalau jenis barangnya cukup banyak, tambahkan keterangan singkat supaya lebih gampang dikenali.
Misalnya:
- Rak display — 4 unit
- Kursi — 10 unit
- Kardus stok — 8 koli
- Perlengkapan kasir — 2 koli
Catatan seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi akan sangat membantu ketika barang sudah sampai dan harus dicek kembali.
Jangan Lupa Foto Sebelum Barang Berangkat
Ini bukan soal harus memotret semua barang dari berbagai sudut.
Foto bisa digunakan sebagai catatan tambahan, terutama untuk barang berukuran besar atau barang yang bentuknya cukup mirip satu sama lain.
Kalau nanti ada yang lupa bagaimana kondisi atau susunan barang sebelum berangkat, kamu masih punya dokumentasi untuk melihat kembali.
Tentukan Mana yang Harus Lebih Dulu Dipakai
Kalau cabang baru akan langsung beroperasi setelah barang tiba, coba pikirkan juga barang mana yang paling dibutuhkan lebih dulu.
Perlengkapan untuk membuka toko tentu akan berbeda dengan stok yang bisa ditata belakangan.
Menentukan prioritas dari awal bisa membuat proses bongkar dan penataan di lokasi baru terasa lebih ringan. Jadi, sesampainya barang di cabang, kamu nggak perlu bingung harus mulai dari mana.
Pastikan Informasi Tujuannya Jelas
Kalau pengiriman ditujukan ke cabang baru, jangan hanya mengandalkan nama kota.
Pastikan informasi tujuan, nama cabang atau lokasi, serta kontak yang bisa dihubungi sudah dicatat dengan jelas. Ini akan membantu ketika barang sudah sampai di area tujuan dan perlu diarahkan ke lokasi yang tepat.
Kalau kamu sedang mencari informasi tentang pilihan layanan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, kamu bisa melihat informasi layanan pengiriman yang tersedia.
Setelah Sampai, Jangan Langsung Dibongkar Semua
Barang sudah sampai bukan berarti semuanya harus langsung dikeluarkan dari kendaraan atau tempat penyimpanan.
Cek dulu jumlah dan kelompok barangnya. Setelah itu, baru tentukan mana yang akan langsung dibawa ke area toko, gudang, atau bagian lainnya.
Cara seperti ini memang terlihat lebih pelan di awal, tetapi justru bisa mengurangi pekerjaan tambahan karena barang tidak perlu dipindah-pindahkan berkali-kali.
Cabang Baru Memang Banyak yang Harus Disiapkan
Mengisi cabang baru bukan cuma soal mengirim barang dari satu kota ke kota lainnya. Ada stok, perlengkapan, catatan, tujuan, sampai orang yang akan menerima dan menata semuanya.
Jadi sebelum barang benar-benar berangkat, luangkan sedikit waktu untuk melihat lagi daftar yang sudah dibuat.
Kalau semuanya sudah tercatat dan dikelompokkan dengan jelas, proses setelah barang tiba biasanya juga jauh lebih gampang. Apalagi ketika barang yang dikirim bukan cuma beberapa kardus, tetapi sudah dalam jumlah banyak dan terdiri dari berbagai jenis.
