Hai, buat kamu yang lagi punya rencana pindah gudang! 👋 Memindahkan barang dari satu gudang ke gudang lain kelihatannya sederhana kalau dilihat dari luar. Tinggal angkut, kirim, lalu taruh di tempat baru. Tapi begitu jumlah barangnya mulai banyak, baru terasa kalau urutannya juga perlu dipikirkan.
Apalagi kalau isi gudang terdiri dari stok, rak, perlengkapan operasional, sampai barang berukuran besar. Kalau semuanya dicampur sejak awal, proses bongkar di lokasi baru bisa malah lebih lama.
Jangan Langsung Angkut Semua Barang
Sebelum mulai memindahkan barang, coba lihat isi gudang dan tentukan mana yang memang harus ikut.
Ada barang yang masih digunakan di gudang lama, ada yang sudah tidak terpakai, dan ada juga yang memang harus segera dipindahkan. Memisahkannya dari awal bisa membuat pekerjaan lebih ringan.
Nggak perlu membuat sistem yang rumit. Cukup beri tanda atau kelompokkan barang sesuai tujuan pemindahannya.
Barang yang Akan Dipakai Lebih Dulu, Taruh di Prioritas
Kalau gudang baru akan langsung digunakan, pikirkan barang apa yang paling dibutuhkan terlebih dahulu.
Misalnya ada stok yang harus segera masuk ke area penyimpanan utama, sementara beberapa perlengkapan lain masih bisa ditata belakangan.
Barang yang menjadi prioritas bisa diberi tanda supaya ketika sampai di gudang baru, kamu tahu mana yang harus ditangani lebih dulu.
Jangan Lupa Ukuran Barang
Gudang biasanya berisi campuran barang dengan ukuran yang berbeda-beda.
Ada kardus kecil yang mudah ditata, tetapi ada juga rak, meja, mesin, atau perlengkapan lain yang membutuhkan ruang lebih besar.
Untuk barang seperti ini, sebaiknya catat ukuran atau setidaknya tandai barang yang membutuhkan penanganan khusus. Informasi tersebut akan membantu saat menentukan cara penempatan barang setelah sampai.
Buat Daftar yang Bisa Dipakai Saat Mengecek
Kalau barangnya puluhan atau bahkan ratusan koli, mengingat semuanya tentu bukan pilihan yang bagus.
Buat daftar sederhana yang mencatat jenis barang dan jumlahnya. Kalau ada barang yang bentuknya khusus, tambahkan keterangan singkat.
Misalnya:
- Rak besi — 6 unit
- Kardus stok — 20 koli
- Meja kerja — 4 unit
- Peralatan operasional — 5 koli
Nanti daftar ini bisa digunakan kembali ketika barang sudah tiba di gudang baru.
Pisahkan Barang Kecil yang Mudah Hilang
Saat pindah gudang, perhatian biasanya lebih banyak tertuju pada barang berukuran besar. Padahal, barang kecil justru lebih mudah terselip.
Kabel, adaptor, baut, alat kerja, label, atau komponen kecil lainnya sebaiknya dikumpulkan dan diberi keterangan.
Kalau barang kecil tersebut merupakan bagian dari peralatan tertentu, simpan bersama barang utamanya atau beri tanda yang jelas supaya tidak perlu mencari dari awal ketika akan digunakan.
Koordinasikan dengan Orang di Gudang Baru
Sebelum barang berangkat, pastikan orang yang berada di lokasi tujuan sudah mengetahui rencana kedatangan barang.
Informasikan juga kalau ada barang yang ukurannya besar atau membutuhkan tempat khusus.
Dengan begitu, gudang baru bisa disiapkan terlebih dahulu. Barang yang datang tidak perlu diletakkan sembarangan hanya karena tempatnya belum siap.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan layanan untuk mengirim barang dalam jumlah besar atau memindahkan perlengkapan ke lokasi lain, kamu bisa melihat pilihan layanan pengiriman barang yang tersedia.
Jangan Baru Menata Setelah Semuanya Tiba
Kalau memungkinkan, tentukan gambaran penempatannya sejak sebelum barang berangkat.
Tidak harus membuat denah yang detail. Cukup tentukan area untuk stok, perlengkapan operasional, barang besar, dan barang yang akan segera digunakan.
Dengan begitu, ketika kiriman datang, orang di lokasi sudah punya gambaran harus mulai dari mana.
Pindah Gudang Memang Bikin Sibuk, Tapi Bisa Dibuat Lebih Teratur
Memindahkan isi gudang bukan sekadar membuat barang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada proses memilih, mencatat, mengelompokkan, mengirim, lalu mengecek kembali ketika barang sudah tiba.
Kalau semuanya dilakukan sekaligus tanpa urutan, pekerjaan bisa terasa jauh lebih melelahkan.
Jadi sebelum mulai mengangkut barang, luangkan waktu sebentar untuk menentukan prioritas dan membuat daftar. Kedengarannya sederhana, tetapi justru hal kecil seperti ini yang bisa membuat proses pindah gudang jauh lebih gampang dikendalikan.
