Select Page

Mengatur stok barang di gudang bukan hanya soal menyusun kardus agar terlihat rapi. Ketika beberapa pesanan datang hampir bersamaan, barang bisa memenuhi ruang penyimpanan sebelum sempat dikirim. Karena itu, penting untuk menentukan prioritas barang, memeriksa kesiapan pesanan, dan mengatur jadwal pengiriman sejak awal.

Kalau semua material dikirim terlalu awal, lokasi bisa penuh sebelum barang sempat digunakan. Sebaliknya, kalau barang yang dibutuhkan lebih dulu justru datang terlambat, pekerjaan berikutnya bisa ikut tertunda.

Supaya pengiriman lebih sesuai dengan jalannya pekerjaan, ada baiknya jadwal barang disusun mengikuti tahapan proyek, bukan sekadar berdasarkan kapan barang tersedia di gudang.

1. Buat Daftar Barang Berdasarkan Tahapan Pekerjaan

Sebelum menentukan jadwal, coba pecah kebutuhan proyek menjadi beberapa tahap. Catat barang yang diperlukan pada setiap tahap, termasuk jumlah dan perkiraan waktu penggunaannya.

Misalnya, proyek renovasi toko membutuhkan material dasar, perlengkapan instalasi, rak display, dan furnitur. Keempatnya belum tentu dibutuhkan pada hari yang sama.

Dengan daftar tersebut, tim pengadaan bisa melihat barang mana yang perlu diprioritaskan dan barang mana yang masih bisa menunggu. Cara ini juga membantu menghindari keputusan mengirim semua barang sekaligus tanpa mempertimbangkan kondisi di lokasi.

2. Bedakan Tanggal Barang Siap dan Tanggal Barang Dibutuhkan

Barang yang sudah selesai diproduksi belum tentu perlu langsung dikirim. Sebaliknya, barang yang belum tersedia juga perlu dipantau agar tidak melewati waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan berikutnya.

Karena itu, catat dua informasi berbeda: kapan barang diperkirakan siap diserahkan dan kapan barang harus tersedia di lokasi.

Setelah kedua tanggal tersebut diketahui, barulah tim bisa mendiskusikan rencana pengiriman dengan mempertimbangkan rute, layanan, serta estimasi waktu yang tersedia. Jangan menganggap tanggal barang siap sebagai tanggal yang otomatis cocok untuk keberangkatan.

3. Perhatikan Urutan Pemasangan atau Penggunaan

Ada barang yang baru bisa dipasang setelah pekerjaan sebelumnya selesai. Mengirim barang tersebut terlalu cepat mungkin hanya membuatnya menumpuk dan memerlukan ruang penyimpanan tambahan.

Contohnya, furnitur untuk kantor baru mungkin baru dibutuhkan setelah pekerjaan interior selesai. Sementara itu, beberapa perlengkapan lain perlu tersedia lebih awal agar tim bisa melanjutkan pekerjaannya.

Koordinasikan urutan ini dengan penanggung jawab proyek. Tanyakan barang apa yang benar-benar dibutuhkan lebih dahulu dan apakah lokasi sudah siap menerima barang berikutnya.

Baca juga: Jasa Pengiriman Furniture dalam Jumlah Besar Antar Pulau untuk Kebutuhan Proyek untuk memahami hal-hal yang perlu dikoordinasikan saat mengirim furnitur proyek.

4. Jangan Menyusun Jadwal Terlalu Mepet

Jadwal proyek bisa berubah karena pekerjaan sebelumnya belum selesai, pemasok mengalami perubahan waktu produksi, atau lokasi belum siap menerima barang.

Kalau pengiriman direncanakan tepat pada hari barang akan digunakan, perubahan kecil saja bisa membuat jadwal menjadi sulit disesuaikan.

Sediakan waktu antisipasi yang masuk akal berdasarkan rute dan estimasi layanan yang telah dikonfirmasi. Untuk pengiriman antarpulau, tanyakan juga batas penerimaan barang dan jadwal keberangkatan yang berlaku. Jangan hanya berpatokan pada tanggal kapal berangkat.

Baca juga: Apa Itu Cut Off Cargo? Mengapa Pengiriman Bisa Menunggu Keberangkatan Berikutnya? untuk memahami mengapa batas penyerahan barang perlu diperhitungkan dalam perencanaan.

5. Pastikan Data Setiap Pengiriman Tidak Tertukar

Ketika satu proyek membutuhkan beberapa kali pengiriman, catatan yang jelas menjadi semakin penting. Tanpa pencatatan yang rapi, tim bisa kesulitan membedakan barang untuk tahap pertama dan barang yang baru dibutuhkan pada tahap berikutnya.

Buat daftar yang mencakup nama barang, jumlah koli, tujuan, tahap pekerjaan, dan status pengiriman. Jika ada perubahan jumlah atau ukuran setelah barang dipersiapkan, perbarui datanya sebelum meminta pengecekan biaya.

Informasi yang konsisten juga membantu tim membandingkan daftar kebutuhan proyek dengan barang yang benar-benar sudah diserahkan untuk dikirim.

Baca juga: Cara Menyiapkan Data Barang agar Estimasi Ongkir Lebih Akurat untuk mengetahui informasi yang sebaiknya disiapkan sebelum mengecek estimasi ongkir.

6. Evaluasi Jadwal Setelah Setiap Tahap Selesai

Setelah satu tahap pekerjaan selesai, periksa kembali kebutuhan untuk tahap selanjutnya. Apakah jadwal masih sesuai? Apakah ada barang yang jumlahnya berubah? Apakah penerima sudah bisa menerima kiriman berikutnya?

Pengecekan ini membantu tim menyesuaikan rencana berdasarkan kondisi terbaru, bukan hanya mengikuti jadwal awal yang mungkin sudah tidak relevan.

Jika ada perubahan tanggal kebutuhan, sampaikan secepat mungkin kepada pihak yang mengatur pengiriman. Ketersediaan layanan dan kemungkinan penyesuaian jadwal tetap perlu dikonfirmasi.

Pengiriman yang Mengikuti Alur Proyek Lebih Mudah Dikoordinasikan

Menentukan waktu pengiriman proyek bukan sekadar memilih tanggal keberangkatan. Ada hubungan antara kesiapan barang, urutan pekerjaan, kapasitas penyimpanan, dan waktu barang benar-benar diperlukan.

Mulailah dengan menyusun daftar kebutuhan per tahap, mencatat tanggal penting, lalu mengonfirmasi rencana pengiriman berdasarkan informasi yang tersedia. Dengan begitu, barang bisa direncanakan sesuai kebutuhan pekerjaan tanpa membuat lokasi terlalu penuh atau membiarkan tim menunggu perlengkapan yang belum tiba.

Jadwal yang baik bukan berarti tidak pernah berubah. Yang terpenting, setiap perubahan diketahui dan dikomunikasikan sebelum memengaruhi pekerjaan berikutnya.