Hai hai hai, sobat! 👋
Pernah merasa barang sudah siap dikirim, tapi pas mau berangkat malah masih ada saja yang harus dibereskan?
Yang satu belum dipacking.
Yang satu lagi belum dihitung.
Alamat penerima masih dicari.
Belum lagi ada barang yang ternyata masih tertinggal di tempat lain. ðŸ˜
Kalau jumlah barangnya sedikit mungkin masih gampang diatasi. Tapi kalau sudah banyak koli, urusannya bisa jadi lebih panjang.
Makanya, sebelum barang benar-benar dikirim, ada baiknya melakukan pengecekan kecil terlebih dahulu.
Mulai dari Barangnya
Hal pertama yang perlu dicek tentu saja barang yang akan dikirim.
Pastikan semua barang yang memang sudah masuk daftar pengiriman sudah dikumpulkan di satu tempat. Jangan sampai sebagian masih tertinggal di gudang atau ruangan lain.
Kalau barangnya banyak, lebih enak kalau dikelompokkan berdasarkan tujuan atau penerimanya.
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah melihat mana yang sudah siap dan mana yang masih harus dipersiapkan.
Hitung Jumlah Kolinya
Setelah barang terkumpul, coba hitung lagi jumlah kolinya.
Misalnya dari awal ada 15 koli, pastikan jumlah akhirnya tetap 15.
Kalau jumlahnya berubah, cari tahu dulu penyebabnya sebelum barang diberangkatkan.
Kebiasaan sederhana seperti menghitung ulang bisa membantu supaya barang yang dikirim sesuai dengan catatan.
Lihat Lagi Kondisi Packing
Packing juga jangan dilewatkan.
Coba periksa apakah kardus atau kemasan masih dalam kondisi baik. Pastikan tidak ada bagian yang terbuka atau perlindungan barang yang masih kurang.
Kalau ada barang yang mudah rusak, cek kembali apakah bagian tersebut sudah mendapatkan perlindungan yang cukup.
Lebih baik menemukan kekurangan saat barang masih ada di tempat kita daripada baru menyadarinya setelah proses pengiriman berjalan.
Pastikan Alamatnya Benar
Nah, ini juga penting.
Jangan hanya menulis nama kota lalu menganggap semuanya sudah selesai.
Pastikan informasi penerima dan alamat tujuan sudah jelas. Nomor yang bisa dihubungi juga sebaiknya dicek kembali.
Apalagi kalau barang dikirim untuk kebutuhan usaha, toko, kantor, atau cabang. Informasi penerima yang jelas akan membuat proses penerimaan barang menjadi lebih mudah.
Sesuaikan dengan Kebutuhan Pengiriman
Barang yang mau dikirim sedikit tentu berbeda dengan barang yang jumlahnya banyak atau ukurannya besar.
Karena itu, sebelum menentukan pengiriman, perhatikan kondisi barang secara keseluruhan.
Berapa jumlahnya?
Seberapa besar ukurannya?
Ke mana barang akan dikirim?
Kapan barang tersebut dibutuhkan?
Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu kamu menentukan kebutuhan pengiriman dengan lebih jelas.
Jangan Tunggu Sampai Menit Terakhir
Kalau semuanya baru disiapkan beberapa jam sebelum barang berangkat, kemungkinan ada saja yang terlewat.
Bukan karena persiapannya sulit, tetapi karena terlalu banyak hal yang harus dilakukan dalam waktu bersamaan.
Kalau memungkinkan, mulai persiapkan barang lebih awal.
Nggak perlu langsung semuanya selesai dalam satu waktu. Kumpulkan barangnya dulu, cek jumlahnya, lanjutkan packing, kemudian pastikan informasi penerima sudah benar.
Sedikit demi sedikit justru biasanya lebih nyaman.
Checklist Sebelum Barang Berangkat
Supaya lebih gampang, kamu bisa menggunakan checklist sederhana:
☑ Barang sudah lengkap
☑ Jumlah koli sudah sesuai
☑ Packing sudah diperiksa
☑ Alamat penerima sudah benar
☑ Nomor kontak sudah aktif
☑ Tujuan pengiriman sudah sesuai
Kalau semuanya sudah dicek, kamu bisa lebih tenang saat barang diserahkan untuk dikirim.
Jangan Sampai Barang Sudah Berangkat, Baru Ingat Ada yang Tertinggal
Persiapan pengiriman sebenarnya nggak harus rumit.
Yang penting, jangan terburu-buru dan jangan mengandalkan ingatan saja, terutama kalau barang yang akan dikirim jumlahnya banyak.
Luangkan sedikit waktu untuk mengecek semuanya sebelum barang berangkat. Mulai dari barang, jumlah koli, packing, sampai informasi penerima.
Karena sering kali yang bikin repot bukan proses pengirimannya, tetapi hal kecil yang lupa dicek dari awal.