Kalau punya usaha, barang dari supplier bisa datang di waktu yang hampir bersamaan.
Hari ini satu supplier mengirim barang, besok supplier lain menyusul. Kalau jumlahnya sedikit mungkin masih gampang diatur. Tapi kalau sudah banyak, area penerimaan bisa cepat penuh dan barang mulai susah dibedakan.
Supaya nggak berantakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sejak barang mulai datang.
Catat barang yang masuk
Setiap barang yang datang sebaiknya langsung dicatat.
Nggak perlu membuat catatan yang rumit. Nama barang, jumlah, asal pengiriman, dan tanggal datang sudah cukup untuk menjadi acuan.
Catatan ini akan membantu ketika kamu perlu mengecek kembali barang yang sudah diterima.
Bedakan berdasarkan supplier
Kalau barang berasal dari beberapa supplier, pisahkan terlebih dahulu.
Jangan langsung menggabungkan semuanya hanya karena jenis barangnya sama.
Dengan mengetahui asal barang, kamu akan lebih mudah mencocokkan jumlahnya dengan pesanan yang dibuat sebelumnya.
Cek jumlah sebelum dipindahkan
Sebelum barang masuk ke tempat penyimpanan, cocokkan jumlahnya dengan catatan.
Misalnya kamu memesan 20 unit, tetapi yang datang hanya 18 unit.
Perbedaan seperti ini lebih mudah diketahui kalau pengecekan dilakukan saat barang baru diterima.
Perhatikan barang yang ukurannya berbeda
Tidak semua kiriman memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
Ada barang yang kecil dan mudah ditata, tetapi ada juga yang membutuhkan ruang lebih besar.
Kalau barang yang diterima nantinya akan dikirim lagi ke lokasi lain, informasi berat dan ukurannya bisa dicatat sejak awal.
Untuk kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar, kamu juga bisa melihat informasi cargo sebagai referensi.
Pisahkan barang yang perlu segera digunakan
Tidak semua barang yang datang harus langsung masuk penyimpanan.
Kalau ada barang yang memang akan digunakan dalam waktu dekat, pisahkan dari barang yang masih menjadi stok.
Cara ini membuat barang yang benar-benar dibutuhkan lebih mudah ditemukan.
Jangan lupa mencatat kondisi barang
Selain jumlah, kondisi barang juga sebaiknya diperhatikan ketika diterima.
Kalau ada bagian kemasan yang terlihat kurang baik atau barang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, catat terlebih dahulu.
Dengan begitu, kamu punya informasi mengenai kondisi barang saat pertama kali diterima.
Buat area penerimaan sementara
Kalau jumlah barang yang datang cukup banyak, sebaiknya ada area khusus untuk barang yang baru diterima.
Barang yang belum selesai dicek jangan langsung dicampur dengan barang yang sudah selesai diperiksa.
Setelah pengecekan selesai, barulah barang dipindahkan ke tempat masing-masing.
Simpan catatan pengiriman
Kalau usaha menerima barang secara rutin, jangan membuang catatan lama.
Simpan informasi tanggal kedatangan, supplier, jumlah barang, dan keterangan lainnya.
Catatan tersebut bisa membantu ketika ada selisih jumlah atau ketika kamu ingin mengecek riwayat penerimaan.
Kalau barang harus dikirim lagi, siapkan dari awal
Ada usaha yang menerima barang dari supplier lalu mengirimkannya kembali ke cabang, pelanggan, atau lokasi lain.
Kalau seperti ini, jangan menunggu sampai barang menumpuk baru mulai mengaturnya.
Begitu barang diterima dan sudah selesai dicek, kamu bisa langsung menentukan mana yang akan disimpan dan mana yang akan dikirim kembali.
Untuk tujuan dan jadwal pengiriman berikutnya, kamu juga bisa mengecek informasi tujuan pengiriman lebih awal.
Barang datang bersamaan nggak harus bikin tempat kerja berantakan
Kuncinya sebenarnya sederhana.
Catat, pisahkan, cek, lalu tempatkan sesuai kebutuhan.
Dengan cara tersebut, barang dari banyak supplier tetap bisa dikelola tanpa harus membuat semuanya tercampur.
Apalagi kalau jumlah kiriman semakin banyak, kebiasaan mencatat sejak awal akan sangat membantu.
Jadi ketika barang berikutnya datang, kamu nggak perlu lagi bertanya:
“Ini barang dari siapa dan harus ditaruh di mana?” 😆📦