Select Page

Kadang barang yang mau dikirim sudah terkumpul banyak, tapi ternyata tujuannya nggak cuma satu kota.

Ada yang harus dikirim ke cabang, ada yang menuju pelanggan, dan ada juga yang perlu masuk ke gudang. Kalau semuanya ditaruh jadi satu sejak awal, kemungkinan tertukar bisa lebih besar.

Daripada nanti repot saat proses pengiriman, lebih baik pisahkan berdasarkan tujuan sejak awal.

Kelompokkan barang berdasarkan kota

Mulai dari hal yang paling sederhana.

Pisahkan barang sesuai kota tujuannya.

Misalnya:

  • Jakarta
  • Makassar
  • Jayapura
  • Ambon

Setiap kelompok diberi tempat atau tanda yang berbeda agar tidak tercampur.

Kalau jumlah barangnya banyak, cara sederhana ini bisa sangat membantu saat proses pengecekan.

Catat jumlah setiap tujuan

Setelah barang dikelompokkan, hitung jumlahnya.

Misalnya tujuan A memiliki 8 koli, sedangkan tujuan B memiliki 12 koli.

Catat angka tersebut supaya nantinya bisa dicocokkan kembali sebelum barang berangkat dan ketika sudah diterima.

Untuk kebutuhan pengiriman cargo dalam jumlah banyak, informasi mengenai jumlah, berat, dan ukuran barang juga sebaiknya sudah disiapkan sejak awal. Kamu bisa melihat informasi pengiriman cargo sebagai salah satu referensi persiapannya.

Jangan hanya mengandalkan warna kardus

Kalau semua barang menggunakan kemasan yang hampir sama, jangan hanya mengandalkan tampilan kardus.

Berikan label yang jelas.

Contohnya:

TUJUAN: JAYAPURA — KOLI 1/10

TUJUAN: JAYAPURA — KOLI 2/10

Dengan begitu, barang akan lebih mudah dikenali meskipun kemasannya terlihat mirip.

Pisahkan barang yang berukuran besar

Barang berukuran besar sebaiknya dicatat secara khusus.

Misalnya ada mesin, rak, meja, atau perlengkapan usaha.

Selain tujuan, tuliskan juga ukuran atau keterangannya agar tidak tertukar dengan barang lain.

Hal ini juga membuat proses persiapan pengiriman menjadi lebih jelas.

Pastikan alamat setiap tujuan lengkap

Setelah barang dipisahkan, jangan lupa mengecek alamat.

Kalau ada tiga kota tujuan, berarti ada tiga kelompok alamat yang harus dipastikan kembali.

Periksa nama penerima, nomor telepon, alamat, dan informasi tambahan jika diperlukan.

Jangan sampai label hanya menuliskan nama kota tanpa alamat yang lengkap.

Beri tahu penerima

Penerima juga perlu mengetahui barang apa yang akan datang.

Kalau jumlahnya banyak, beri tahu perkiraan jumlah koli yang akan diterima.

Dengan begitu, penerima bisa menyiapkan tempat dan melakukan pengecekan ketika barang tiba.

Cek jadwal masing-masing tujuan

Tidak semua barang harus berangkat pada waktu yang sama.

Kalau kebutuhan setiap tujuan berbeda, jadwalnya juga bisa berbeda.

Karena itu, tentukan kapan barang dibutuhkan di masing-masing lokasi.

Untuk membantu menyusun rencana, kamu bisa mengecek jadwal dan tujuan pengiriman lebih awal.

Buat satu daftar utama

Supaya tidak semakin membingungkan, buat satu daftar utama yang berisi seluruh pengiriman.

Contohnya:

Tujuan Jumlah Koli Keterangan
Kota A 8 Stok
Kota B 12 Perlengkapan
Kota C 5 Peralatan

Daftar ini bisa menjadi acuan sebelum barang diberangkatkan.

Cek lagi sebelum barang berangkat

Sebelum semua barang dibawa, lakukan pengecekan terakhir.

Pastikan barang sudah berada di kelompok yang benar, labelnya sudah terpasang, jumlahnya sesuai, dan alamatnya tidak tertukar.

Kalau ada barang yang masih belum jelas tujuannya, jangan langsung memasukkannya ke kelompok mana pun.

Lebih baik pastikan terlebih dahulu.

Satu pengiriman, banyak tujuan? Bisa lebih rapi kalau dari awal sudah dipisahkan

Ketika barang memiliki beberapa tujuan, kunci utamanya bukan sekadar bagaimana barang dikirim.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana barang tersebut dipersiapkan dan dikelompokkan sebelum berangkat.

Dengan memisahkan berdasarkan kota, mencatat jumlah, memberi label, dan mengecek alamat, prosesnya akan jauh lebih mudah dipantau.

Jadi sebelum semua barang diberangkatkan, coba lihat lagi tumpukannya.

Sudah dipisahkan berdasarkan tujuan, atau masih semuanya campur jadi satu? 📦