Halo, sobat BJA Express! 🙌
Pernah lihat barang yang mau dikirim sudah menumpuk di satu tempat, sampai rasanya bingung harus mulai dari mana?
Ada kardus di pojok, barang yang belum dipacking masih bercampur, beberapa barang sudah siap diangkut, sementara sisanya masih harus dicek lagi. Kalau dibiarkan begitu saja, proses persiapannya malah bisa terasa lebih lama.
Tenang, nggak harus langsung dibereskan semuanya sekaligus. Yang penting tahu bagian mana yang perlu dikerjakan lebih dulu.
Pisahkan barang yang sudah siap dan belum siap
Langkah pertama yang paling gampang adalah memisahkan barang berdasarkan kondisinya.
Barang yang sudah selesai dipacking bisa dikumpulkan di satu tempat. Sementara barang yang masih perlu dicek, dibungkus ulang, atau dilengkapi bagian lainnya jangan dicampur.
Dengan begitu, kamu nggak perlu membuka kardus satu per satu hanya untuk mengetahui mana yang sebenarnya sudah siap.
Kelompokkan berdasarkan tujuan
Kalau barang akan dikirim ke beberapa tempat berbeda, jangan biarkan semuanya bercampur.
Beri kelompok sesuai tujuan masing-masing. Misalnya barang untuk toko A dipisahkan dari barang untuk gudang atau lokasi lainnya.
Cara ini akan sangat membantu ketika jumlah barang mulai banyak. Penerima juga lebih mudah mengetahui barang mana yang menjadi bagian dari pengirimannya.
Kalau kamu sedang mencari informasi mengenai pilihan layanan pengiriman, kamu bisa mengeceknya sambil menyesuaikan kebutuhan barang yang akan dikirim.
Cek barang yang ukurannya besar lebih dulu
Barang berukuran besar biasanya membutuhkan perhatian lebih saat disiapkan.
Coba lihat apakah kemasannya sudah cukup aman, apakah ukurannya sesuai dengan kebutuhan pengiriman, dan apakah barang tersebut mudah dipindahkan.
Jangan sampai semua barang sudah siap tetapi ada satu barang berukuran besar yang ternyata belum bisa diangkut karena masih perlu penanganan tambahan.
Buat daftar sederhana
Kalau barang sudah mulai menumpuk, jangan mengandalkan ingatan.
Ambil catatan di HP dan tuliskan barang yang akan dikirim. Tidak perlu terlalu detail. Nama barang, jumlah, dan tujuan sudah cukup sebagai awal.
Setelah satu barang selesai dipacking, beri tanda.
Dari situ kamu bisa melihat barang mana yang sudah beres dan mana yang masih harus dikerjakan.
Jangan lupa cek jumlah koli
Barang yang sudah dikemas juga tetap perlu dihitung.
Misalnya setelah selesai packing ternyata ada delapan koli, tulis jumlah tersebut. Kalau memungkinkan, beri nomor pada setiap koli supaya lebih mudah dicocokkan ketika barang sudah sampai.
Hal sederhana seperti ini bisa mengurangi kebingungan, terutama ketika kemasan barang terlihat hampir sama.
Foto barang sebelum diangkut
Sebelum barang benar-benar berangkat, sempatkan mengambil beberapa foto.
Foto bisa menunjukkan jumlah koli, label, atau kondisi barang sebelum diserahkan. Nggak perlu dibuat seperti dokumentasi resmi. Foto dari HP juga sudah cukup.
Selain sebagai pengingat, dokumentasi seperti ini bisa membantu ketika nanti kamu perlu mencocokkan barang yang sudah tiba di tujuan.
Jangan menunggu sampai semuanya beres baru mulai mengecek
Ini yang sering bikin persiapan terasa panjang.
Daripada menunggu semua barang selesai lalu mengeceknya dari awal, lebih baik lakukan pengecekan sambil berjalan.
Barang selesai dipacking → cek → beri tanda → masukkan ke kelompok tujuan.
Dengan pola seperti ini, pekerjaan terasa lebih ringan karena kamu tidak menghadapi tumpukan barang sekaligus di akhir.
Kalau membutuhkan referensi tambahan untuk pengiriman berikutnya, kamu juga bisa melihat informasi layanan pengiriman barang sebelum menentukan kebutuhan pengiriman.
Tumpukan barang nggak harus bikin panik
Barang yang sudah menumpuk memang kelihatan merepotkan kalau semuanya dilihat sekaligus.
Tapi begitu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, pekerjaannya jadi lebih jelas.
Pisahkan, catat, packing, beri tanda, lalu cek kembali. Nggak perlu terburu-buru, yang penting setiap tahapnya jelas.
Jadi kalau lain kali melihat barang sudah mulai memenuhi sudut gudang atau ruang usaha, jangan langsung bingung. Pilih satu bagian dulu, bereskan, lalu lanjut ke bagian berikutnya. 😉